Rata-rata konsumsi bawang merah per kapita sebesar 0,54 ons per hari. Sebagai komoditas sayuran bawang merah termasuk komoditas dengan produksi tinggi sebesar 1.49 juta ton pada tahun 2018. Sentra usaha bawang merah di Lampung masih dalam pengembangan untuk membantu menstabilkan kebutuhan suplai bawang merah dan menjaga kestabilan harga di pasar.
Bawang merah banyak dibutuhkan sebagian besar masyarakat Indonesia sebagai bumbu dapur utama. Berdasarkan data BPS konsumsi bawang merah per kapita per minggu pada 2018 sebanyak 52.9 g. Budidaya bawang merah membutuhkan air yang cukup selama pertumbuhannya. Irigasi merupakan upaya yang dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan air tanaman tersebut. Tanaman bawang merah peka terhadap curah hujan dan intensitas hujan yang tinggi serta cuaca berkabut. Tanaman bawang merah membutuhkan sinar matahari yang cukup tinggi yaitu minimal 70% penyinaran. suhu udara yang sesuai dengan pertumbuhan bawang merah 25-32 °C dan kelembapan nisbi 50-70 % (Sumarni dan Hidayat, 2005).
Kesimpulan: Alat analisis ini digunakan untuk mengetahui status keberlanjutan dari ketiga aspek dari usaha pertanian bawang merah yang dimaksud. Hasil analisis keberlanjutan dari usaha pertanian
budidaya bawang merah. C. Standar Tentang Pemilihan Lokasi yang Sesuai Dengan Persyaratan Tumbuh 1. Calon lokasi pertanaman bawang merah memiliki kesesuaian agroklimat pertumbuhan bawang merah antara lain pH berkisar 5,6 – 6,5, tinggi tempat 0-400 m dpl, dengan kisaran suhu 25o-32o C dan cukup mengandung banyak bahan organik, tanah
Analisis Efisiensi Produks i Bawang . Budidaya B awang Merah di . Penampilan Beberapa Klon Bawang Merah dan Hubungannya dengan Intensitas Serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan. J.Hort, 22 2yM7.
  • gte5ntojic.pages.dev/502
  • gte5ntojic.pages.dev/16
  • gte5ntojic.pages.dev/238
  • gte5ntojic.pages.dev/587
  • gte5ntojic.pages.dev/328
  • gte5ntojic.pages.dev/99
  • gte5ntojic.pages.dev/520
  • gte5ntojic.pages.dev/589
  • analisa budidaya bawang merah